10 hari terakhir Ramadhan. Harus ngapain?



20 hari sudah berlalu. Kita bersama-sama menahan lapar dahaga di siang hari, lalu beribadah tarawih ketika malam menjelang. Belum lagi ibadah-ibadah tambahan yang terus kita kerjakan untuk meraih pahala yang lebih banyak. Membaca qur’an, bersedekah, mengikuti kajian, dan menjemput berkah Ramadhan di malam hari, lewat sujud-sujud saat tahajud, dan berharap memperoleh pahala 1000 bulan lailatul qadar.

Hal ini sudah diperingatkan dalam hadits Nabi Muhamad saw, “Betapa banyak mereka berpuasa tanpa memperoleh apapun dari ibadah puasanya kecuali sebuah proses menahan lapar dan dahaga.” (HR. Bukhari).

Mari kita refleksikan sekaligus melakukan evaluasi/muhasabah. Sudah sejauh apa upaya kita mengisi Ramadhan tahun ini.

  1. Sudah sampai berapa juz kah tilawah kita? Sudah berapa kali kita khatamkan bacaan kita?
  2. Seberapa banyak malam-malam yang kita isi dengan menegakkan shalat tahajud?
  3. Seberapa banyak sedekah yang sudah kita keluarkan?
  4. Seberapa khusyuk ibadah-ibadah shalat kita, puasa kita?

Bulan suci ini tinggal 10 hari lagi. Jumlahnya sama banyaknya dengan jumlah jari di tangan kita. Bisa dibayangkan hari-hari ini akan berlalu begitu saja kalau kita tidak memaksimalkannya. Ramadhan berlalu. Butuh setahun lagi untuk menunggu, apakah kita masih hidup saat itu?

Salah satu output dari evaluasi adalah peningkatan taqwa.

Apakah Ramadhan kali ini membuat kita lebih takut dan taat kepada Allah? Jika jawabannya Iya, mengapa ketika membicarakan Kematian kita masih bisa tertawa terbahak-bahak? Mengapa ketika kita berbicara tentang Panasnya Api Neraka , kita masih bisa tertawa seakan-akan Api Neraka dan Azab Kubur itu tidak datang?

Jika benar puasa adalah sarana untuk mencapai takwa, maka Taqwa sejatinya membantu mencegah kita untuk berbuat dosa. Karena ini, Nabi berkata: "Puasa adalah perisai yang melindungi diri seorang hamba dari api neraka." Jadi kita harus bertanya kepada diri sendiri, setelah setiap hari puasa: Apakah puasa ini membuat kita lebih takut dan taat kepada Allah? Apakah itu membantu kita dalam menjauhkan diri kita dari dosa dan ketidaktaatan?

Apa benar begitu?

Coba renungkan

Masih ada 10 hari lagi

Tidak ada komentar:

Berilah komentar yang bijaksana tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Diberdayakan oleh Blogger.